Profil Luis Suárez, Penyerang Kontroversial, Namun Tetap Berbahaya

Profil Luis Suárez, Penyerang Kontroversial, Namun Tetap Berbahaya

Profil Luis Suárez – Daratan Amerika Latin merupakan tempat yang kerap menghasilkan penyerang-penyerang berkualitas. Salah satunya adalah Luis Suárez. Penyerang berkebangsaan Uruguay tersebut adalah salah satu penyerang terbaik di dunia. Ia adalah ujung tombak klub Spanyol, Barcelona dan timnas Uruguay.

Perjalanan karir penyerang berusia 33 tahun ini terlihat cukup menarik untuk dibahas. Ia tercatat pernah bermain di empat kompetisi berbeda. Mulai dari kompetisi Uruguay, Eredivisie Belanda, Premier League Inggris, hingga La Liga Spanyol. Guna mengetahui perjalanan karirnya, berikut adalah profil singkat Luis Suárez.

Masa Kecil dan Awal Karir

situs bandarqq – Luis Suárez adalah putra dari pasangan Sandra Suárez dan Rodolfo Suárez yang merupakan mantan tentara dan mantan pesepakbola. Suárez lahir di Salto, Uruguay, pada tanggal 24 Januari 1987. Ia tumbuh bersama tujuh saudara laki-lakinya di sebuah desa yang terletak di Cerro, Uruguay.

Layaknya anak seusianya, Suárez yang gemar bermain sepakbola akhirnya diikutkan ke dalam tim lokal, Sportivo Artiga. Tak berselang lama, Suárez ikut pindah bersama keluarganya ke ibukota Uruguay, Montevideo. Di sinilah ia bergabung bersama tim junior sebuah klub lokal yang bernama Uretta FC.

Nacional

Saat berusia 14 tahun, Suárez bergabung dengan tim junior Nacional. Suárez sempat terlibat dalam beberapa insiden saat bermain di tim junior. Pada Mei 2005, ia akhirnya tampil perdana untuk Nacional di ajang Copa Libertadores. Performa gemilangnya selama bermain untuk Nacional kemudian membuatnya diboyong salah satu klub Belanda, Groningen.

Cemerlang di Belanda

Suárez mendarat pertama kali di Belanda bersama Groningen saat usianya baru menginjak 19 tahun. Meski tampil gemilang, Suárez mengalami permasalahan kedisiplinan saat bermain untuk Groningen. Dalam lima pertandingan di bulan Januari 2007 saja, ia menerima tiga kartu kuning dan satu kartu merah.

Namun, berkat capaian manisnya selama di Groningen, Suárez akhirnya mendapat kesempatan untuk memperkuat tim yang lebih besar, Ajax Amsterdam. Di sinilah ia mulai menemukan insting predatornya sebagai seorang penyerang. Ia mengakhiri perjalanan selama tiga setengah musim bersama Ajax dengan catatan 111 gol dari 159 penampilan di semua kompetisi.

Liverpool dan Barcelona

Usai perjalanan karirnya berakhir bersama Ajax, Suárez kemudian bergabung dengan klub Liga Primer Inggris, Liverpool pada akhir Januari 2011. Karirnya mengalami peningkatan signifikan bersama tim asal Merseyside ini. Ia berhasil menjadi salah satu pemain terbaik Liverpool di paruh musim 2010/2011.

Semakin lama, pria kelahiran Salto ini semakin menunjukkan kepiawaiannya bermain sebagai seorang striker. Di musim terakhirnya bersama The Reds, ia berhasil catatkan diri sebagai top skorer Premier League. Pada saat yang sama pula, ia meraih penghargaan European Golden Shoe, bersama Cristiano Ronaldo.

Penampilan cemerlang pemain berjuluk El Pistolero kemudian membawanya ke Barcelona pada Juli 2014. Sejak saat itu, ia selalu menjadi pilihan utama lini depan Barca. Ia bahkan sempat membentuk trio maut bersama Lionel Messi dan Neymar pada tahun 2015. Sayang, seiring dengan cedera yang kerap menghampirinya, Suárez kini diisukan tak lama lagi akan meninggalkan klub Catalan tersebut.

Karir Internasional

kumpulan bandarqq – Penyerang andalan Barcelona ini mulai mendapat panggilan dari timnas Uruguay senior pada Februari tahun 2007 silam. Ia kemudian kerap tampil di berbagai ajang, seperti Piala Dunia, Copa América, Olimpiade dan Piala Konfederasi. Sejauh ini, Suárez tercatat sudah mengemas 59 gol dari 113 penampilan bersama Uruguay.

Gelar dan Penghargaan

Sepanjang karirnya, Suárez tercatat sudah pernah mengangkat trofi di empat negara berbeda, yakni di Uruguay, Belanda, Inggris dan Spanyol. Beberapa gelar yang pernah ia menangkan antara lain, La Liga, English League Cup, Eredivisie dan Primera División Uruguay. Sementara itu, gelar juara Copa América tahun 2011 menjadi satu-satunya gelar juara yang pernah ia raih bersama timnas Uruguay.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*