Profil AS Roma, Pengoleksi Gelar Coppa Italia Terbanyak ke-3

Profil AS Roma, Pengoleksi Gelar Coppa Italia Terbanyak ke-3

Profil AS Roma – Italia adalah salah satu negara dengan tradisi sepakbola yang cukup kuat. Tak heran, jika negara ini banyak melahirkan klub-klub raksasa Eropa. AS Roma contohnya. Klub yang berbasis di ibukota Roma ini tercatat hanya absen sekali di kompetisi kasta tertinggi Italia. Roma juga menjadi salah satu klub tersukses di Italia.

Seperti beberapa klub Italia lain, Roma juga pernah diperkuat sejumlah legenda sepakbola dunia. Sebut saja Francesco Totti, Daniele De Rossi, Vicenzo Montella, hingga legenda asal Brazil, Cafu. Selalu ada fakta menarik dari setiap klub sepakbola yang ada di dunia. Untuk mengetahui fakta menarik tentang AS Roma, berikut adalah profilnya.

Sejarah Perkembangan Klub

AS Roma berdiri pada musim semi tahun 1927. Klub ini didirikan oleh Italo Foschi yang saat itu menginginkan adanya penggabungan tim-tim asal Roma. Kala itu, kota itu memang mempunyai beberapa tim sepakbola di dalamnya. Setidaknya ada tiga klub yang berasal dari kota ini, di antaranya, Roman FC, SS Alba-Audace dan Fortitudo-Pro Roma SGS.

Pada periode tahun 1930-an, Roma mengalami kemunduran dan ditinggalkan oleh beberapa pemain kunci kala itu. Namun, Roma berhasil membangun ulang klub dan bangkit dari keterpurukan dengan cepat. Roma akhirnya meraih scudetto pertama mereka di musim 1941/1942 di bawah asuhan pelatih Alfréd Schaffer.

Periode tahun 2000-an menjadi era kejayaan berikutnya bagi tim asal ibukota ini. Mereka berhasil memenangkan scudetto ke-3 mereka di musim 2000/2001. Dalam beberapa musim berikutnya, Roma tak pernah absen mengisi posisi dua besar di setiap kompetisi domestik. Sayang, mereka sudah tak pernah lagi meraih scudetto sejak musim 2000/2001.

Logo Klub

Dalam perkembangannya, AS Roma telah mengalami beberapa kali evolusi logo. Logo yang kita lihat sekarang adalah desain yang diadaptasi dari logo pertama klub. Serigala menjadi maskot utama dengan penambahan potret Romulus dan Remus. Menurut sejarah, Romulus dan Remus, penemu Roma, dulu dibawa oleh Serigala dan hewan ini kemudian dikeramatkan di kota tersebut.

Warna yang dipakai dalam logo serta kostum klub diambil dari bendera kekaisaran Romawi. Warna kuning emas menyimbolkan tuhan. Sementara warna merah menyimbolkan kekaisaran tersebut. Pada awalnya, logo Roma hanya menampilkan tulisan ASR sebagai identitas, namun kini diganti menjadi Roma 1927.

Menurut catatan sejarah, Roma tak selamanya memakai konsep logo semacam ini. Pada tahun 1930 hingga 1934 contohnya. Pada periode tersebut, mereka memakai logo berbentuk lingkaran dengan hanya menampilkan tulisan ASR di dalamnya. Tahun 1977, Roma juga mengenakan konsep lain, yakni hanya menampilkan wajah seekor serigala dalam logonya.

Stadion Kandang

Roma tercatat telah menempati setidaknya empat stadion berbeda dalam perjalanannya. Motovelodromo Appio menjadi stadion pertama yang mereka tempati sejak 1927 hingga 1928. Roma kemudian pindah ke Campo Testaccio sebelum akhirnya pindah ke Stadio Nazionale del PNF pada 1940 hingga 1953.

Mulai tahun 1953, Roma mulai menempati stadion yang mereka pakai sekarang, Stadio Olimpico. Stadion ini adalah sebuah fasilitas olahraga termegah yang ada di Roma dan menjadi markas bagi AS Roma dan SS Lazio. Dibangun pada tahun 1927, hingga saat ini, stadion ini dapat menampung hingga 70 ribu penonton.

Gelar dan Pencapaian

Mungkin, untuk urusan gelar Serie A, Roma masih kalah dari sejumlah klub elit Italia lain. Sepanjang sejarah eksistensinya, mereka baru kumpulkan tiga gelar juara, yang terakhir mereka raih hampir 20 tahun yang lalu. Namun, mereka menjadi tim ke-2 pengoleksi gelar Coppa Italia terbanyak dengan koleksi sembilan gelar juara.

Sepanjang sejarah, klub berjuluk I Gialorosso ini belum pernah memenangkan satupun gelar kompetisi UEFA. Meski begitu, mereka pernah tampil di dua partai final, yakni di European Cup 1983/1984 dan UEFA Cup 1990/1991. Roma juga sudah memenangkan satu gelar di kompetisi Eropa, yakni gelar Inter-Cities Fairs Cup musim 1960/1961.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*