Prediksi skor bola, UEFA Bagikan Ratusan Juta Euro Pada Para Anggota

Tanggapi Krisis, UEFA Bagikan Ratusan Juta Euro Pada Para Anggota

Prediksi skor bola – Sejumlah kompetisi Eropa mengalami penundaan, bahkan pembatalan akibat adanya pandemi virus Corona yang kini melanda dunia. Akibatnya, sejumlah federasi dan klub-klub sepakbola dikabarkan berada di ambang kebangkrutan. Sebagai otoritas sepakbola tertinggi Eropa, UEFA kucurkan dana ratusan juta euro guna membantu keadaan finansial sejumlah federasi tersebut.

Prediksi skor bola 55 Federasi Terima Dana Bantuan UEFA

Sudah sebulan lebih kita semua tak dapat menikmati aksi para bintang sepakbola di atas lapangan. Pandemi Covid-19 yang kini tengah melanda dunia menjadi penyebab utama dihentikannya sejumlah kompetisi, terutama di Eropa. Teranyar, Eredivisie Belanda terpaksa dibatalkan dengan tanpa menghadirkan tim juara.

Keadaan yang demikian membuat sejumlah federasi sepakbola Eropa serta para klub peserta liga-liganya berada dalam situasi krisis finansial. Dihentikannya liga otomatis membuat pendapatan klub berhenti mengalir. Akibatnya, sejumlah klub harus pikirkan berbagai kebijakan agar tak mengalami kebangkrutan.

Menyikapi krisis finansial yang tengah melanda sepakbola Eropa, UEFA selaku otoritas sepakbola tertinggi akhirnya turun tangan. Federasi sepakbola ini dikabarkan akan gelontorkan dana sekitar 236,5 juta euro, atau sekitar 3,9 triliun rupiah. Dana ini rencananya akan dibagikan kepada 55 anggota federasi ini.

UEFA memberikan dana ratusan juta euro ini untuk membantu keadaan finansial federasi sepakbola negara-negara Eropa yang kini tengah dilanda krisis keuangan. Dilansir dari CNA, dana ini nantinya akan dibagi sama rata ke 55 anggota. Masing-masing federasi disebut akan menerima sekitar 4,3 juta euro, atau sekitar 71 miliar rupiah.

Pernyataan Resmi UEFA

Dana yang telah disalurkan nanti diharap dapat membantu federasi-federasi yang terdampak virus Covid-19. Para federasi diharap dapat menggunakan dana secara maksimal untuk memperbaiki dampak negatif yang telah terjadi. Keputusan untuk membagikan dana ratusan juta euro ini disampaikan secara resmi oleh UEFA pada Senin (27/4) waktu setempat.

“Dunia olahraga saat ini mendapat tantangan yang belum pernah ada sebelumnya dari krisis yang disebabkan oleh COVID-19.” Tutur presiden UEFA, Aleksander Čeferin melalui laman web resmi UEFA, uefa.com. “UEFA ingin membantu para anggota dengan cara yang tepat untuk membantu permasalahan mereka.”

“Kami telah sepakat bahwa kami akan membagikan dana hingga 4,3 juta euro untuk setiap asosiasi anggota UEFA. Dana ini akan diserahkan sepanjang sisa musim ini hingga musim depan dimulai. Ini adalah bagian dari dana investasi para anggota yang dapat digunakan untuk membangun kembali dunia sepakbola.”

“Saya yakin, ini adalah keputusan dan tanggung jawab kami untuk membantu sebisa mungkin. Dan saya bangga akan persatuan yang telah ditunjukkan dalam dunia sepakbola selama krisis ini berlangsung. Saya yakin, sepakbola akan kembali normal. Ketika saatnya tiba, sepakbola akan siap untuk menjawab panggilan lagi.”

Menurut laman resmi UEFA, dana yang akan dibagikan ini juga berasal dari para anggotanya sendiri. Dana ini datang dari program UEFA yang diberi nama UEFA’s HatTrick Assistance Program yang dimulai pada tahun 2004. Program yang bertujuan untuk pengembangan setiap anggota ini diharap bisa memberi bantuan hingga 2,6 miliar euro pada tahun 2024 nanti.

Bundesliga Jadi Kompetisi Pertama yang Siap

Pada kenyataannya, kompetisi di seluruh Eropa saat ini sudah dibekukan total sejak bulan Maret lalu. Pekan lalu, UEFA telah berikan sekitar 70 juta euro sebagai dana kompensasi kepada sejumlah klub. Dana ini diharapkan dapat menjadi pemasukan tambahan bagi klub di tengah kerugian yang melanda akibat dihentikannya kompetisi.

Sejauh ini, hanya Bundesliga yang menyatakan siap memulai kompetisi kembali dalam waktu dekat. Otoritas sepakbola Jerman dikabarkan sedang mengajukan proposal melanjutkan Bundesliga pada tanggal 9 Mei 2020 mendatang. Proposal ini sudah diserahkan ke pihak pemerintah Jerman dan tinggal menunggu persetujuan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*